Kesalahan-Kesalahan Dalam Memulai Bisnis

Respons: 0 komentar


Bagi Pengusaha pemula, memulai sebuah bisnis adalah hal yang sangat menantang. Karena banyak sekali hal atau aspek bisnis yang harus dipelajari. Untuk meminimalisir kemungkinan gagal dalam berbisnis, sebaiknya kita mau belajar dari pengalaman kegagalan orang lain.

Perhatikan hal-hal berikut ini untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam memulai bisnis yang biasa dilakukan pebisnis pemula.  :

1. Tidak mengeluarkan cukup uang atau menghabiskan terlalu banyak uang.
Sebagai pengusaha baru, uang mungkin menjadi salah satu kekhawatiran terbesar Anda. Arus kas pada saat pembukaan perdana kemungkinan besar menjadi nihil, sehingga membuat anda berpegang teguh pada uang anda.

Ada dua pola pikir yang cenderung ada pada pengusaha pemula. Pertama, mereka tidak mengeluarkan uang yang cukup besar untuk membiayai apa yang penting untuk dibiayai pada saat pembukaan usaha. Misalnya tidak mau mengeluarkan uang untuk biaya iklan.

Kedua, menghabiskan uang terlalu banyak pada saat permulaan usaha. Biasanya tipe seperti ini memiliki impian besar dan memulai usaha dengan biaya yang juga besar. Seharusnya tidak perlu sampai jor-joran ketika baru memulai usaha. Biarkan usaha berkembang dengan sendirinya, yang jika sudah besar pasti juga memerlukan biaya yang besar.

2. Merasa bahwa Anda tidak memiliki pesaing langsung.
Ketika anda memulai bisnis dengan sebuah produk yang anda pikir benar-benar baru, anda pasti berpikir tidak memiliki saingan. Sebuah pemikiran yang sangat naif jika anda berpikir seperti itu. Karena memang hampir tidak ada lagi yang baru di dunia ini. Barang atau jasa yang ada saat ini adalah hasil dari pengembangan dari produk yang sudah ada sebelumnya.

Pesaing adalah sebuah keniscayaan bisnis. Yang perlu anda lakukan adalah melakukan pembedaan dengan pesaing anda. Baca artikel "purple cow theory".

3. Membuat keputusan perekrutan berdasarkan biaya.
Terkait dengan pemilihan karyawan, pilihlah karyawan yang sudah berpengalaman bertahun-tahun dalam menjalani bidang bisnis yang sama dengan bisnis yang anda baru mulai. Karena pengalaman karyawan itu dapat sangat membantu anda menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu pada bisnis tersebut.

Jika anda memilih karyawan rendah biaya, mereka lebih cenderung tidak berpengalaman, tidak terampil atau bahkan tidak dapat diandalkan.

4. Tidak menetapkan tujuan
Pengusaha pemula biasanya terpesona dengan "ide besar" mereka, hingga melupakan membuat perencanaan yang baik. Padahal jika bisnis anda ingin sukses, haruslah membuat perencanaan bisnis yang akurat, spesifik dan realistis/bisa tercapai.

Tetapkan tujuan yang masuk akal, dan kemudian tentukan langkah-langkah spesifik yang perlu Anda ambil untuk mencapainya.

5. Tidak melakukan pemasaran
Sebagai pengusaha baru yang merasa memiliki produk yang hebat biasa nya mereka mengabaikan pemasaran. Anggapan mereka, konsumen akan datang dengan sendirinya jika tahu kehebatan produk mereka, sehingga mereka hanya bisa mengandalkan humas gratis dan marketing dari mulut ke mulut.

Padahal untuk dikenal masyarakat itulah mereka seharusnya berinvestasi dalam pemasaran. Misalnya membuat baliho, selebaran, iklan online berbayar, dan lainnya. Anda juga harus tahu bahwa  pesaing anda juga menghabiskan uang yang sangat banyak untuk pemasaran mereka.

6. Mengambil Profit Terlalu Sedikit
Memiliki margin keuntungan yang sehat sangat penting untuk keberhasilan bisnis Anda. Setidaknya harga yang anda tetapkan sama dengan pesaing anda.  Jika perlu harga anda lebih rendah daripada pesaing, tanpa harus mengorbankan profit. Tinjau kembali biaya produksi dan biaya operasional anda, pangkas biaya-biaya yang tidak perlu. Sehingga profit yang anda dapatkan setidaknya mampu menghidupkan bisnis secara kontinyu.

7. Melakukan Semuanya Sendiri
Mungkin pada awal-awal usaha, anda bisa sendiri melakukan semua pekerjaan bisnis. Tetapi jika anda ingin bisnis anda maju dan berkembang, anda harus bisa mendelegasikan kepada karyawan. Beri mereka kepercayaan melakukan tugas-tugas yang sifatnya rutin, sehingga anda memiliki waktu untuk melakukan tugas yang lebih penting.

8. Ketakutan dengan pemikiran "bagaimana jika..."
Ketika baru memulai usaha, banyak sekali pertimbangan yang dipikirkan. Keraguan hanya akan menimbulkan kelumpuhan bertindak. Yang perlu dilakukan adalah langsung Action / "Mulai saja". Berpikirnya belakangan.

9. Tidak Berorientasi pada Pelanggan
Banyak pengusaha pemula yang terlalu fokus pada produk mereka, tetapi melupakan pelayanan kepada pelanggan. Padahal kunci bisnis yang sukses terletak pada "pelanggan yang puas". Jika pelanggan puas, mereka akan datang dan datang lagi kepada anda. Dan juga memasarkan produk anda secara gratis dari mulut ke mulut.

Memang tidak mudah untuk memulai usaha baru, setidaknya anda jangan mengulangi kesalahan-kesalahan bisnis yang dilakukan oleh pebisnis senior.

No comments:

Baca Juga

Copyright © Wirausaha untuk Mandiri

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog