Tips Cara Buka Usaha Baru

Respons: 0 komentar

bisnis sendiri

Mendengar kata “wirausaha”, saya yakin anda pasti sudah pernah mendengar bahkan melakoninya. berasal .dari kata ‘wira’ dan ‘usaha’, wira bermakna ’sendiri’ jadi bisa disimpulkan bahwa wirausaha adalah usaha sendiri

Untuk memulai usaha yang berskala kecil, setidaknya ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. karena jika tidak, saya yakin 99% bahwa usaha anda itu pasti akan gulung tikar (kecuali jika memang anda sudah mumpuni ilmunya dalam soal usaha). ini yang harus anda perhatikan :

1. Niat, segala sesuatu perbuatan itu tergantung niat jadi anda harus meluruskan niat anda dahulu dalam berwirausaha. niat untuk mendapatkan untung yang besar dengan cara-cara menipu konsumen sebaiknya anda lenyapkan, karena berwirausaha adalah untuk jangka panjang bukan untuk jangka pendek. niatkan bahwa semua yang anda lakukan dalam berwirausaha tersebut adalah untuk memberi kepuasan kepada konsumen dengan produk berkualitas anda. misalnya begini; jika anda berwirausaha dalam bidang kuliner, setidaknya anda berniat untuk memanjakan konsumen anda dengan RASA MAKANAN YANG MAK NYUUUSS. tetapi jika anda berorientasi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan mengorbankan RASA. saya yakin, usaha kuliner anda tidak akan berkembang bahkan gulung tikar (bukan nyumpahin loh).

2. Modal, setidaknya anda harus memiliki modal yang cukup. yaitu meliputi modal investasi dan modal kerja, banyak orang memulai usaha hanya menghitung modal investasi tetapi lupa menghitung modal kerja yang dbutuhkan untuk membiayai operasional usaha. modal kerja anda haruslah memadai hingga minimal tiga bulan ke depan dari operasional usaha. kenapa tiga bulan? karena sebuah usaha yang baru itu membutuhkan waktu agar dikenal konsumen. tiga bulan pertama anda akan di hadapi dengan masalah bagaimana caranya untuk mendapatkan konsumen dan memperkenalkan produk anda kepada masyarakat. tiga bulan adalah waktu yang dialokasikan untuk kondisi “rugi”. anda juga seharusnya tidak boleh mengharapkan memperoleh laba yang signifikan pada awal-awal usaha. yang anda harus siapkan adalah mental anda agar tidak jatuh jika tidak ada seorang pun konsumen yang datang membeli pada awal-awal usaha. dan modal yang anda tanamkan sebaiknya bukan berasal dari pinjaman bank karena ketidakpastian usaha dalam masa-masa awal adalah sangat beresiko. modal harus dari kantong sendiri, kecuali anda memang sudah memiliki pengalaman sebelumnya pada bidang usaha yang anda mulai ini.

3. Produk, tentukan produk anda ketika anda membuat perencanaan usaha, berupa barang atau jasa atau kombinasi keduanya. dan pastikan bahwa produk anda mempunyai kualitas yang minimal standar dengan produk pesaing sejenis.

4. Lokasi, sangat menentukan masa depan usaha anda apakah akan maju dan berkembang atau malah hancur sebelum berkembang. yang harus anda perhatikan dari lokasi usaha anda adalah sasaran produk dan TRAFFIC. Traffic adalah berapa banyak orang yang lalu lalang di depan tempat usaha anda, semakin banyak orangnya maka semakin bagus prospek usaha anda. memang tidak murah untuk mendapatkan lokasi yang bagus itu, tetapi setimpal dengan potensi hasil yang bisa anda dapatkan. banyak sekali orang yang membuka usaha, tetapi kurang memperhatikan faktor lokasi sehingga tidak heran jika usahanya tidak maju-maju alias jalan di tempat.

5. Promosi, banyak wirausahawan yang usahanya gagal bukan karena kurangnya kualitas produk melainkan karena kurangnya pembeli. masyarakat tidak akan tahu tentang produk yang anda jual berikut kualitas dan harganya yang kompetitif jika anda tidak mempromosikan produk anda walau pun tempat usaha anda sangat strategis. berpromosilah, informasikan produk anda dengan jelas kepada masyarakat. buatlah rencana promosi yang tepat yang sesuai dengan jenis produk anda, apakah berupa ; spanduk, flyer, brosur, vocher diskon, media massa, dan lainnya.

5. Supplier, jika anda bergerak dalam bidang usaha perdagangan maka supplier atau pemasok adalah jantung usaha anda. ya, usaha anda sangat tergantung kepada mereka. sebaiknya anda memiliki sedikitnya tiga pemasok berbeda untuk satu jenis barang. karena jika anda hanya mengandalkan satu pemasok saja, maka usaha anda akan sangat ketergantungan dengan kondisi si pemasok. dan sifat ketergantungan ini sangat tidak sehat bagi kelangsungan usaha.

6. Diferensiasi, anda harus memiliki keunggulan tersendiri dengan pesaing yang menawarkan produk sejenis. anda harus bertanya kepada diri sendiri; apa yang dapat membuat usaha ku lebih unggul dibandingkan dengan yang lain, sesuatu yang aku miliki tetapi tidak dimiliki pesaing ku? mungkin jawabannya dapat berupa; kualitas barang, kualitas layanan, tempat yang bersih dan nyaman, harga yang murah, dan lainnya. sebisa mungkin anda kritis terhadap usaha anda sendiri, agar tercipta sebuah budaya inovatif pada usaha anda.

7. pencatatan, banyak usaha kecil yang tidak bisa berkembang dikarenakan tidak mempunyai catatan arus kas sehingga tidak mengetahui apakah ia dalam keadaan untung atau rugi. sikap “yang penting habis” dengan sikap “yang penting untung” sangat berbeda. barang anda harus terjual habis dalam satu hari ini meskipun tidak untung sangat berbeda dengan sikap 'yang penting untung' walau barang tidak habis. disini pencatatan diperlukan, agar anda dapat mengetahui kondisi keuangan usaha anda, apakah surplus atau defisit. sangat disarankan untuk membuat catatan keuangan walau sederhana, karena keuangan adalah darah bagi usaha anda. anda pasti tidak ingin kehilangan banyak darah kan, karena anda pasti mati jika banyak darah yang keluar dari tubuh anda. nah, mulai sekarang catat lah darah anda…


oke, mungkin untuk start up atau permulaan yang tersebut diatas sudah cukup memadai untuk membuka usaha anda. dan yang lebih penting adalah bagaimana sikap mental anda dalam melakoni usaha tersebut. sikap mental seperti; tidak mudah menyerah (fighter), mau belajar (learner), flexibel, mau bekerja keras dan bekerja cerdas.

No comments:

Baca Juga

Copyright © Wirausaha untuk Mandiri

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog