Pendidikan Tinggi Bukan Jaminan Sukses

Respons: 0 komentar



Perguruan tinggi yang bermutu kian hari kian langka. Mendaftar di perguruan tinggi negeri seperti membeli lotere, karena harapan untuk diterima sangat kecil. Perguruan tinggi swasta memang seabrek, tetapi yang benar-benar berkualitas sangat sedikit. Belum lagi soal biayanya yang lumayan tinggi. Udah mahal, tidak berkualitas pula. Lulusannya pun juga banyak yang lebih mementingkan ijazah yang diterima daripada ilmu yang seharusnya didapat.

Itu lah sekelumit gambaran perguruan tinggi di negeri ini, dan bila anda adalah salah satu orang yang belum bisa (atau tidak bisa) mengenyam pendidikan tinggi. Anda tidak perlu khawatir dan berkecil hati. Karena jika anda melihat sejarah orang-orang kaya dunia, anda pasti ikut termotivasi walau anda tidak mengenyam pendidikan tinggi.

Dua orang wanita yang masuk dalam deretan orang-orang terkaya Amerika versi Forbes adalah Estee Lauder dan Mary Kay Ash. Kekayaan Estee Lauder lebih dari 700 juta dollar dan Mary Kay Ash adalah 100 juta dollar. Mary hanya sempat mengenyam pendidikan tinggi dua tahun, yaitu pada tahun 1942 dan 1943 di Universitas Houston. Ia kemudian keluar dan memulai karirnya sebagai tenaga penjual. Sepuluh tahun kemudian ia mendirikan Mary Kay Cosmetic Co.

Estee Lauder bahkan tidak pernah sekolah di perguruan tinggi, ia bersama suaminya memulai usaha rumahan pada tahun 1946 dengan membuat krim kulit. Dan saat ini perusahaannya menjadi perusahaan kosmetik terbesar ketiga di Amerika.

Frank Parsons Perdue adalah seorang drop out dari perguruan tinggi. Pada tahun 1940 ia memulai karirnya pada perusahaan keluarga milik ayahnya, yaitu perdagangan telur. Ia berhasil mengembangkan usaha ayahnya dengan menambahkan usaha makanan ayam di tahun lima puluhan dan mendirikan pabrik pengolahan makanan ayam di tahun enam puluhan. Kini perusahaannya adalah lima besar perusahaan sejenis terbesar di Amerika dengan omzet pertahun lebih dari 840 juta dollar.

Salah satu orang terkaya yang paling rendah pendidikannya adalah Daniel Keith Ludwig yang meninggalkan SMP nya untuk menggeluti pekerjaannya; yaitu mengubah kapal kecil menjadi pengangkut molase dan kemudian juga sebagai pengangkut minyak hanya dengan bermodalkan uang 500 dollar dari pinjaman. Kini ia dikenal sebagai “pelopor supertanker” yang kekayaannya lebih dari 500 juta dollar.

Atau yang lebih heboh lagi; Harry Brackman Helmsley adalah kenyataan yang sulit dipercaya, karena ia mengawali karirnya sebagai seorang Office Boy yang dibayar hanya 12 dollar per minggu. Dan OB itu kini adalah seorang pemilik property terbanyak di Manhattan, yang sebagiaannya adalah hotel-hotel terkenal. Kekayaan perusahaannya – Helmsley Spear Inc. – bernilai lebih dari 5 milliar dollar dalam bentuk gedung-gedung besar, salah satunya adalah The Empire State Building.

Itu adalah sedikit contoh dari sekian banyak orang-orang terkaya dunia yang tidak mempunyai gelar akademis dari perguruan tinggi. jika mereka meneruskan pendidikan tingginya, mungkin mereka malah tidak akan pernah menjadi kaya seperti sekarang.

Jadi janganlah anda menggunakan alasan pendidikan sebagai kambing hitam dari keadaan gagal anda. Yang terpenting adalah tetap berusaha, tetap mencoba, tetap tekun, dan tetap semangat.

No comments:

Baca Juga

Copyright © Wirausaha untuk Mandiri

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog